Banyak Sekolah Teracam Tutup, Ubaid: Berikan Bansos untuk Guru Honorer

0
655

jpnn.com, JAKARTA – Pengamat Pendidikan Ubaid Matraji mengungkapkan, krisis COVID-19 mulai memakan korban di sektor pendidikan. Banyak sekolah swasta dan madrasah yang kini megap-megap membiayai operasionalnya.

“Berdasarkan jejak pendapat Kemendikbud 2020, hampir 56% sekolah swasta di Indonesia mengalami kesulitan biaya operasional. Kalau ini dibiarkan, ada banyak guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, yang terlantar,” kata Ubaid dalam pesan elektroniknya, Minggu (3/5).

Dia menegaskan, sekolah bukan hanya negeri. Sekolah swasta juga banyak berkontribusi untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Sekolah swasta bahkan lebih banyak menyerap jumlah siswa.

Untuk menyelamatkan sekolah-sekolah ini agar tidak melakukan PHK terhadap para guru, pemerintah harus mempercepat birokrasi pencairan BOS dan tambah anggaran pendidikan. Sebab, dana pendidikan juga disalurkan kepada para penerima manfaat yang terdampak COVID-19 melalui institusi pendidikan.

“Jadi, harusnya dana pendidikan itu ditambah, bukan malah disunat. Bahkan dana BOS saat ini, masih banyak yang belum cair, karena birokrasi yang masih rumit,” kritik Ubaid yang juga koordinator nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI).

Dia juga mendesak pemerintah memberikan bansos untuk guru honorer. Jangan ambilkan gaji guru honorer dari dana BOS, apalagi masih banyak yang susah cair. Ini akan mengurangi biaya operasional untuk menunjang proses pembelajaran.

“Harusnya, ada skema bansos khusus untuk guru honorer. Mereka termasuk orang yang paling terdampak dalam institusi pendidikan,” tandasnya.

Leave a reply