Bupati Cilacap Didemo, Tuntut Hentikan Pungli Sekolah

0
997

Banyumas — Massa Geruduk Pendopo Kabupaten Cilacap CILACAP-Lebih dari 500 massa yang mengatasnamakan dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), menggeruduk Pendopo Kabupaten Cilacap, Selasa (24/4). Mereka menuntut Pemkab Cilacap menghentikan segala praktik pungutan liar (Pungli), yang menurut mereka masih banyak dilakukan di sekolah-sekolah di kabupaten Cilacap.

Massa yang menggelar demo, mengaku tidak puas karena gagal bertemu Bupati Cilacap sempat akan mendobrak pintu gerbang pendopo Bupati, Selasa (24/4).NASRULLOH/RADARMAS Keinginan mereka bertemu bupati tidak terwujud, karena yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Begitupun Wakil Bupati dan Sekda juga sedang ada kegiatan di luar kantor.

Perwakilan massa yang sempat masuk ke dalam, akhirnya hanya melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan (P dan K) Kabupaten Cilacap dan Asisten Sekda. Ketua GMBI Distrik Cilacap, Tukin Sukedi dalam orasinya mengaku kecewa. Karena aspirasi mereka tidak bisa langsung tersalurkan kepada bupati. “Bupati tidak gentle dengan tidak berani berhadapan langsung dengan kami,” ujarnya lantang.

Soal pungutan liar sekolah, pihaknya sudah mendapatkan dukungan tanda tangan 5.000 wakil murid yang menyatakan menolak adanya pungutan di sekolahnya. Tidak puas dengan jawaban Kepala Dinas P dan K, massa kemudian bergerak ke Kejaksaan Negeri Cilacap.

Mereka meminta Kejaksaan untuk menindak praktik Pungli di sekolah-sekolah.

“Kami minta kejaksaan jangan tutup mata soal ini. Keadilan harus ditegakkan,” tegasnya. Tidak puas dengan hasil demo kemarin, massa berjanji akan datang lagi hari ini.

Kepala Dinas P dan K, Warsono menyatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan di lapangan atau sekolah-sekolah tentang adanya permintaan sumbangan yang disalahgunakan. “Apabila benar ada penyalahgunaan, kami akan berikan sanksi sesuai aturan berlaku,” tandasnya.

Leave a reply