Santri Milenial Era Digital

0
1991

SEMARANG, suaramerdeka.com – Upaya Suara Merdeka Network (SMN) bersama dengan tiga masjid yakni Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Agung Semarang/Kauman untuk menyiapkan santriwan dan santriwati membangun jiwa kewirausahaan disambut positif. Sebanyak 70-an santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) dan alumni ponpes dengan antusias mengikuti rangkaian acara ”Ngobrol Kewirausahaan dan Seleksi Duta Santripreneur 2019” di aula MAJT pada Sabtu pekan lalu(19/10).

Bagaimana kiat-kiat membangun usaha dan berkompetisi di era digital yang disampaikan tiga narasumber berpengalaman dalam mengembangkan bisnisnya ini menjadi topik hangat diskusi yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Triyanto Triwikromo. Ketiganya adalah CEO Biro Perjalanan Umroh dan Haji Fatimah Zahra Mochamad Rifky Azady, CEO PT Dafam Property Indonesia Billy Dahlan dan CEO PT Marimas Putra Kencana Harjanto Halim.

CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono selaku penggagas Santripreneur 2019 ini melihat dengan situasi ekonomi dunia yang sedang mengalami tekanan, efisiensi terus dilakukan oleh para pemilik perusahaan, salah satunya dengan mengurangi tenaga kerja. Bahkan di negara-negara maju, peranan sejumlah bagian ini juga sudah digantikan oleh robot yang secara teknis secara keseluruhan akan mengarah kesana.

”Apalagi dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang akan beralih ke otomasi mesin untuk efisiensi. Adek-adek santri ini juga perlu membangun jiwa kewirausahaan menghadapi tantangan di era serba digital ini dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya dengan belajar dari sharing tokoh sukses ini,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng ini di sela pembukaan kegiatan.

Hadir dalam kesempatan ini, Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Ketua Dewan Pembina MAJT KH Ali Mufiz, Sekretaris DPP MAJT KH Muhyiddin, Ketua Pelaksana Masjid Agung Semarang KH Khammad Maksum dan Sekretaris YPKPI Masjid Raya Baiturrahman H Sarjuli.

Menurut KH Ali Mufiz, dengan besarnya jumlah kelompok milenial di kisaran 70 juta hingga 80 juta orang, tentu membuat persaingan sangat ketat dan kesempatan kerja menjadi sangat terbatas. Merintis usaha ini merupakan kesempatan terbaik yang bisa dilakukan oleh anak-anak muda saat ini. Santri milenial termasuk di dalamnya juga harus bisa mandiri dan menciptakan lapangan usaha yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri dan keluarganya tetapi juga orang lain di sekitarnya.

Leave a reply