Aksi Oknum Guru Potong Rambut Siswi di Garut, JPPI: Kekerasan Simbolik dan Fisik

0
28

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji mengatakan, aksi pemotongan rambut siswi di SMKN 2 Garut adalah bentuk kekerasan simbolik dan fisik.

Terlebih pemotongan rambut dilakukan tanpa komunikasi terlebih dahulu kepada orang tua dan tanpa persetujuan siswi. “Kita harus tegas membedakan antara disiplin dan penghukuman,” kata Ubaid kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2026).

“Memotong rambut secara paksa, apalagi tanpa komunikasi terlebih dahulu kepada orang tua dan tanpa persetujuan siswi, adalah bentuk kekerasan simbolik dan fisik,” ucapnya lagi.

Dia mengatakan, rambut bagi seorang perempuan bukan sekadar soal estetika, tetapi juga bagian dari identitas dan harga diri.

Penyidik Gali Unsur Pidana Kasus Kekerasan Verbal Guru di Tangsel Artikel Kompas.id Tindakan guru SMKN 2 Garut itu, kata Ubaid, adalah bentuk arogansi kekuasaan di lingkungan sekolah yang gagal memahami prinsip perlindungan anak.

Menurut Ubaid, guru tidak boleh menjadi hakim tunggal di sekolah. Jika ada aturan rambut, harus ada edukasi terlebih dahulu, termasuk dialog dengan para siswa dan pemanggilan orang tua.

“Melompati semua tahapan itu dan langsung “main gunting” adalah tindakan primitif dalam dunia pendidikan modern,” ucapnya.

Para siswi trauma Kasus pemotongan rambut ini disebut menjadi trauma para siswi SMKN 2 Garut. Sejumlah orangtua siswa secara tegas menolak permintaan maaf dari pihak sekolah setelah anak-anak mereka mengalami trauma mendalam akibat aksi pemotongan rambut secara paksa oleh oknum guru pada Kamis (30/4/2026).

Tanpa ada komunikasi sebelumnya, oknum guru tersebut melakukan razia rambut berwarna dengan membawa gunting, bahkan menyasar siswi yang rambutnya tertutup kerudung.

Kuasa hukum orangtua siswa, Asep Muhidin, mengungkapkan bahwa tindakan pihak sekolah dianggap sudah melampaui batas etika pendidikan.

Asep menegaskan bahwa ada desakan kuat dari para orangtua agar guru yang bersangkutan segera dimutasi dari sekolah tersebut.

Sumber: kompas

Comments are closed.