
Revitalisasi Sekolah di Jakarta: Ramah Disabilitas, Aman, dan Inklusif
Program revitalisasi sekolah di Jakarta berhasil menghadirkan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan ramah bagi seluruh siswa. Tak hanya memperbarui fisik bangunan dan melengkapi fasilitas penunjang, penyediaan akses khusus bagi penyandang disabilitas juga menjadi fokus utama.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Nahdiana, menjelaskan bahwa penentuan lokasi sekolah yang dirawat diawali lewat pemetaan ketat oleh UP Prasardik bersama perangkat daerah terkait. Prioritas utama diberikan kepada sekolah yang mengalami kerusakan berat, berpotensi membahayakan keselamatan, atau sudah berusia di atas 40 tahun.
“Selain faktor fisik bangunan, sekolah yang langganan banjir atau tidak lagi mampu menampung jumlah siswa juga kami prioritaskan,” ujar Nahdiana dalam keterangan resminya, Kamis (15/10/2026).
Fasilitas mendukung kebutuhan siswa

Pembaruan gedung sekolah dilakukan secara menyeluruh untuk menunjang aktivitas akademik, kesehatan, dan minat siswa. Fasilitas yang disediakan mencakup perpustakaan, lab komputer dan praktik, ruang serbaguna, lapangan olahraga, hingga ruang UKS. Agar lebih inklusif, Pemprov DKI Jakarta melengkapi sekolah dengan lift, ram kursi roda, dan toilet khusus penyandang disabilitas.
Selain itu, bangunan mengusung konsep green building yang mengoptimalkan cahaya dan udara alami, serta dilengkapi panel surya, CCTV, sistem pemadam kebakaran, dan tata suara. Gedung Sekolah di Jakarta Dibangun Makin Tinggi, Kesiapsiagaan Bencana Perlu Diperkuat Artikel Kompas.id Nahdiana berharap fasilitas ini dapat mendukung kegiatan belajar sehari-hari secara optimal. Ia juga menegaskan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan.
Kontraktor bertanggung jawab merawat gedung selama satu tahun pertama pascaserah terima. Setelah serah terima tahap kedua, tanggung jawab perawatan diserahkan kepada pihak sekolah. Pemeliharaan ini dipandu oleh SOP Disdik DKI yang rutin diperbarui serta diperkuat oleh Keputusan Sekda DKI Jakarta tentang Tim Percepatan Revitalisasi Gedung Sekolah. Pembangunan dilakukan bertahap Lihat Foto Bangunan baru di SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur yang telah direvitalisasi, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan data Disdik DKI Jakarta, sebanyak 19 lokasi sekolah telah dibangun pada 2025 dengan anggaran mencapai Rp 1,1 triliun. Pada 2026, Pemprov DKI merencanakan revitalisasi di delapan lokasi. Sebanyak tujuh lokasi menggunakan skema tahun jamak atau multiyear untuk tahun anggaran 2026–2027 dengan nilai Rp 448,8 miliar.
Satu lokasi lainnya direncanakan menggunakan skema non-APBD melalui pemanfaatan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), dengan nilai Rp 50,5 miliar. Untuk 2027, Disdik DKI mengusulkan revitalisasi tiga lokasi sekolah dengan pagu anggaran Rp 190,08 miliar. Usulan tersebut menjadi bagian dari rencana kelanjutan perbaikan sarana pendidikan di Jakarta.
Kualitas pembelajaran tetap menjadi perhatian
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji mengingatkan pembangunan fisik saja tidak otomatis meningkatkan mutu pendidikan. “Secara prinsip, JPPI mengapresiasi upaya penyediaan sarana dan prasarana yang layak bagi anak-anak di Jakarta.
Namun, revitalisasi fisik semata tidak otomatis meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Ubaid. Menurut dia, kualitas guru, kurikulum, proses pembelajaran, serta lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak turut menentukan keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil revitalisasi perlu dinilai dari dampaknya terhadap pengalaman belajar siswa, bukan hanya dari tampilan bangunan atau kelengkapan sarana. Ubaid juga menyoroti potensi kesenjangan antara sekolah yang telah diperbarui dan sekolah di permukiman padat atau wilayah pinggiran yang masih kekurangan fasilitas.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia mendorong Pemprov DKI memprioritaskan sekolah yang paling membutuhkan perbaikan serta memastikan tersedianya anggaran pemeliharaan berkelanjutan melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Sumber: KOMPAS.COM















