Biaya UKT Mahal? Tantangan Orang Tua Agar Anak Bisa Kuliah

0
48

Diantara berbagai biaya yang harus dipersiapkan oleh para orang tua, salah satunya adalah biaya sekolah atau biaya pendidikan. Dan yang paling mengagetkan saat ini, ternyata biaya pendidikanlah yang menggerus porsi keuangan keluarga, apalagi dengan semakin naiknya biaya pendidikan.

Masih ingat dengan, kata-kata tidak jelas yang mungkin Anda pernah mendengarnya, “Sekolah mahal hanya untuk mereka yang kaya saja?”. Mungkin ada benarnya.

Bahkan beberapa bulan lalu santer, ramai protes di salah satu perguruan tinggi terkenal Indonesia di Bandung yang memberikan solusi di luar nalar bagi para mahasiswanya dengan menggunakan jasa pinjol (pinjaman online). Ini seperti halnya menyelesaikan masalah sesaat dengan masalah life time.

Meneruskan kuliah atau bekerja? Atau kuliah tapi kemudian menganggur karena cari kerja susah? Sebuah dilema yang saat ini menjadi fenomena dan kenyataan di sekitar kita. Hal ini pula yang secara tidak sadar menjadikan mereka yang sadar diri akan kemampuan diri dan orang tuanya akhirnya tidak meneruskan ke jenjang pendidikan tinggi tersebut.

Sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab SPP atau UKT (uang kuliah tunggal) ini menjadi mahal?

Menurut Ubaid Matraji, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (republika.co.id), menyampikan bahwa “UKT harus ditinjau ulang, karena sangat memberatkan mahasiswa. Banyak perhitungan yang dirasa tidak masuk akal dan memberatkan orang tua.”

Selain itu, dari berbagai referensi, mahalnya biaya UKT disebut-sebut karena dampak berlakunya PTN BH (perguruan tinggi negeri berbadan hukum). Yang saat ini sedang tren dengan komersialisasi di berbagai perguruan tinggi di Indoensia.

Persoalan mahalnya biaya kuliah (UKT) tidak hanya berlaku di salah satu perguruan tinggi saja, namun rata-rata mengalami hal yang sama, yang membuat banyak anak muda harus mengubur mimpinya untuk menlanjutkan pendidikannya.

Masalah ini ini memang menjadi bahasan panjang yang tidak ada ujungnya, karena setiap pihak masih bersikeras dengan pendapat dan kebijakannya masing-masing, sehingga masyarakat dalam hal ini keluarga yang tidak mampu tidak akan bisa melanjutkan pendidikannya.

Hidup memang harus dijalani, dan tantangan yang dihadapi memang tidak pernah berakhir. Kata orang selama masih hidup di dunia, ujian akan selalu ada.

Kompasiana.com

Comments are closed.