Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

0
26

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 kembali menegaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis pembelajaran yang serius. Nilai rata-rata Matematika siswa SD dan SMP masih berada jauh di bawah harapan, bahkan hanya berada di kisaran 40-an poin. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan literasi dan numerasi peserta didik belum berhasil diatasi secara sistematis, meskipun berbagai program pendidikan telah dijalankan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah rendahnya capaian akademik tersebut, publik mulai mempertanyakan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap anggaran sangat besar. Program pemenuhan gizi memang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, namun peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya dengan intervensi pangan. Rendahnya hasil TKA menunjukkan bahwa persoalan utama pendidikan Indonesia masih berkutat pada kualitas guru, ketimpangan distribusi tenaga pendidik, lemahnya pembelajaran di kelas, serta kebijakan pendidikan yang belum konsisten dalam memperkuat kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi siswa.

Bagi JPPI, temuan ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan pendidikan nasional. Investasi pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada program yang bersifat populis dan jangka pendek, tetapi harus memastikan setiap anak memperoleh layanan pembelajaran yang bermutu. Jika kemampuan dasar membaca, memahami informasi, dan berhitung siswa terus menurun, maka Indonesia berisiko kehilangan satu generasi yang seharusnya menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

rmol.id

Comments are closed.