Sekolah Swasta di Yogya Full hingga 2032, JPPI: Negara Gagal Jamin Pendidikan Bermutu Merata

0
121

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyoroti fenomena adanya sekolah swasta di Yogyakarta yang pendaftarannya sudah full hingga tahun 2032. Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan negara gagal menjamin pendidikan bermutu yang merata di Indonesia.

“Ini menunjukkan kegagalan negara menjamin pendidikan bermutu yang merata. Ketika orangtua harus berburu kursi sekolah sejak anak belum lahir, itu berarti akses pendidikan berkualitas menjadi barang langka,” kata Ubaid kepada Kompas.com, Rabu (22/1/2026).

Memperlebar ketimpangan kualitas pendidikan di Indonesia Menurut Ubaid, fenomena ini memperlebar ketimpangan di Indonesia, di mana sekolah-sekolah favorit yang kebanyakan swasta hanya bisa diakses oleh keluarga yang punya modal ekonomi, informasi, dan jaringan.

Sementara, anak-anak dari keluarga miskin tidak punya pilihan serupa yakni mengakses pendidikan ke sekolah favorit karena biayanya yang tinggi.

“Mereka dipaksa menerima apa adanya, bukan memilih yang terbaik. Di sini, hak atas pendidikan bermutu tidak lagi setara,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ubaid menilai fenomena ini harus menjadi perhatian pemerintah karena ada kondisi di mana, sekolah swasta mendapatkan banyak siswa sementara sekolah negeri kekurangan siswa.

“Jika sekolah swasta bisa penuh hingga 2030, sementara banyak sekolah negeri kekurangan murid, fasilitas, dan guru berkualitas, maka ada yang salah dalam tata kelola sistem pendidikan kita,” ungkapnya.

Kualitas pendidikan tumbuh tidak merata “Negara terlalu lama membiarkan kualitas tumbuh tidak merata, lalu menyerahkan kualitas pada mekanisme pasar,” jelas Ubaid.

Sebelumnya diberitakan, SD Muhammadiyah Sapen diketahui menjadi salah satu SD swasta favorit di Yogyakarta. Berdasarkan data SIMT (Sistem Informasi Manajemen Talenta) dari Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional), SD Muhammadiyah Sapen berada di peringkat 2 SD paling berprestasi di DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) dengan perolehan prestasi sebanyak 375.

Saking favoritnya, orangtua berbondong-bondong mendaftarkan anaknya agar mendapatkan kursi dan bisa bersekolah di SD Muhammadiyah Sapen. Bahkan belakangan diketahui, kuota SD Muhammadiyah Sapen sudah full hingga 2032 mendatang.

KOMPAS

Comments are closed.