Pengamat Kritik Kebijakan Sekolah Rakyat: Saya Khawatir Anak-Anak Jadi Kelinci Percobaan Pemerintah

0
10

Pengamat pendidikan Ubaid Matraji menilai kebijakan yang diterapkan di Sekolah Rakyat belum stabil karena masih terus ada pergantian.

Ia pun mengaku khawatir dengan siswa-siswa tengah mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat tersebut.

“Ini belum stabil ya sampai sekarang, sehingga bongkar pasang, bergonta-ganti kebijakan, dan juga bagaimana melatih, mendidik, mendampingi proses pembelajaran di Sekolah Rakyat ini juga masih gonta-ganti,” kata Ubaid dilaporkan Jurnalis Kompas TV Masni Rahmawatti, Senin (6/7/2026).

“Saya khawatir anak-anak yang sedang belajar di Sekolah Rakyat ini menjadi kelinci percobaan pemerintah ya.”

Ubaid pun mengkritik rencana pelibatan taruna Akmil dan Akpol untuk mendisiplinkan siswa. Menurutnya, hal tersebut sebaiknya tidak diteruskan, mengingat banyak metode lain yang bisa digunakan untuk mendisipliknan peserta didik.

“Mestinya ini tidak bisa diterus-teruskan ya, sebab persoalan kedisiplinan, penyadaran kepada anak-anak itu kan sudah beragam sekal metodenya, tidak kemudian menggunakan pendekatan-pendekatan yang biasa digunakan oleh militer,” ujar Ubaid.

Menurut Ubaid, pendisiplinan dengan cara pelibatan taruna Akmil dan Akpol justru kontraproduktif dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran.

Ia menjelaskan anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat merupakan berasal dari kelompok rentan yang masuk kategori desil satu dan dua. Menurutnya, problem utamanya bukan karena mereka tidak disiplin, tapi karena berada dalam struktur kemiskinan.

“Mereka berangkat dari kelompok rentan, dari anak-anak keluarga yang masuk kategori desil satu dan desil dua. Masalahnya itu bukan soal tidak disiplin, juga bukan soal kesadaran, tapi mereka berada dalam struktur kemiskinan, mereka berada dalam struktur menjadi korban atas sistem yang tidak berkeadilan yang selama ini mereka dapatkan,” ujar Ubaid.

“Kalau solusinya adalah pendisiplinan, apalagi menggunakan metode yang biasa digunakan oleh militer, saya pikir ini salah pendekatan.”

kompas.id

Comments are closed.