Sempat Ragu, Dewan Akan Evaluasi Hasil UNBK SMP

0
438

Jambi– Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP memang sudah selesai digelar. Berdasarkan catatan dari Dinas Pendidikan Kota Jambi, ada beberapa siswa yang tercatat sebanyak tujuh siswa yang tidak mengikuti UNBK. Diantaranya berasal dari SMPN 23 ada sebanyak tiga siswa, SMPN 9 ada dua siswa, dan SMPN 6 ada 2 siswa.

Dikatakan Arianto, Kabid SMPN Dinas Pendidikan Kota Jambi bahwa siswa yang tidak ikut UNBK tersebut memang sudah lama tidak mengikuti proses belajar mengajar. Namun nama mereka masih tercatat sebagai siswa yang ikut dalam UNBK. “Mereka ini semuanya memang sudah tidak mau sekolah lagi. Orang tua merekapun juga tidak bisa berbuat apa apa karena memang anak mereka yang tidak mau lagi sekolah,”bebernya.

Dikatakan Arianto bahwa sebelum UNBK, pihak sekolah dan Disdik sudah mendatangi rumah siswa tersebut. Namun memang siswa yang bersangkutan yang tidak bersedia lagi untuk sekolah. Pihaknyapun berharap agar siswa tersebut bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMA dengan mengikuti paket B. “Karena mereka tidak mau lagi sekolah, jadi kita sarankan untuk mengikuti paket B. Sehingga bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,”bebernya.

Catatan lainnya adalah adanya siswa yang harus ujian ulang. Ini karena siswa tersebut belum sempat menyimpan jawaban mereka di komputer pada saat pemadaman listrik. Sehingga semua jawaban siswa tersebut hilang. “Ada tiga siswa SMPN 16 yang harus ujian ulang. Sebab, sempat terjadi mati lampu diakhir akhir pelaksanaan ujian. Namun siswa tersebut belum menyimpan jawaban mereka ke komputer sehingga harus ujian ulang,”bebernya.

Ujian akan dilaksanakan pada 29 April 2018 mendatang. Dan berlangsung tetap menggunakan komputer sekolah. “Untuk teknisnya sudah dipersiapkan dan mereka akan ujian ulang,”bebernya.

Lantaran masih ada sekolah yang harus mengulang UNBK pada 29 April mendatang, DPRD Kota Jambi akan segera menggelar rapat dengan dinas pendidikan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Abdullah Thatif, mengatakan rapat itu guna melakukan evaluasi hasil UNBK 2018.

Secara keseluruhan, dia mengapresiasi sekolah-sekolah yang sudah mampu menggelar UNBK secara lancar.

“Awalnya kita sempat ragu bisa dilaksanakan secara keseluruhan, karena pada waktu itu terkendala dengan jumlah komputer di tiap sekolah,” katanya, Jumat (27/4).

Thaif menambahkan akan bertanya ke pihak sekolah terkait dengan adanya siswa yang tidak mengikuti ujian.

Jika karena faktor sakit atau lainnya, siswa masih bisa mengikuti ujian ulang.

Kata dia, pelaksanaan UNBK secara serentak ini juga bertujuan mengukur kemampuan para siswa dan juga guru. Sehingga ke depan dapat berdampak pada mutu pendidikan yang berkualitas.

“Kita akan evaluasi kalau sudah bagus akan kita tingkatkan lagi, supaya anak didik dan pendidik kita harus lebih berkualitas,” ujarnya.

Leave a reply