Kasus Kekerasan Dunia Pendidikan Meningkat

0
619

Jakarta — Di awal tahun 2018, publik dikejutkan dengan berbagi kasus kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan, mulai dari kasus kekerasan fisik, kekerasan psikis sampai kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan sekolah. Korban dan pelaku kekerasan pun beragam, mulai dari kepala sekolah, guru, orangtua siswa maupun peserta didik.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengemukakan, kasus penganiayaan orangtua siswa terhadap salah seorang Kepala SMP Negeri di Pontianak dan kasus meninggalnya guru Budi di Sampang, Madura akibat pukulan muridnya sendiri sangat viral dan mengejutkan banyak pihak. Masyarakat mempertanyakan ada apa dengan pendidikan kita, sehingga anak didik bisa berbuat demikian. Para pemimpin oranisasi guru pun beramai-ramai mengusulkan pembentukan Komisi Perlindungan Guru.

Namun, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), khususnya bidang pendidikan menerima banyak pengaduan di awal tahun 2018 terkait kekerasan terhadap anak didik yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, petugas sekolah lainnya, dan anak didik. Pengaduan yang diterima KPAI didominasi oleh kekerasan fisik dan anak korbaan kebijakan(76%).

“Sedangkan kekerasan psikis (9%) dan kekerasan seksual (2%). Selain itu, kasus kekerasan seksual oknu guru terhadap peserta didik yang viral di media, meski tidak dilaporkan langsung ke KPAI, tetapi KPAI tetap melakukan pengawasan langsung mencapai 13% kasus,” sebut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti.

Kasus kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru tersebut sebagian besar dilakukan di lingkungan sekolah dan korbannya mencapai puluhan siswa. Beberapa kasus pelaku telah melakukan aksi bejatnya selama beberapa bulan bahkan ada yang sudah beberapa tahun.

Trendnya pun berubah, kalau sebelumnya korban kebanyakan anak perempuan, tetapi data terakhir justru korban mayoritas anak laki-laki. Korban mayoritas berusia SD dan SMP. Misalnya kasus kekerasan seksual oknum guru di Kabupaten Tangerang korbannya mencapai 41 siswa, kasus di Jombang korbannya mencapai 25 siswi, kasus di Jakarta korbannya 16 siswa, dan kasus oknum wali kelas SD di SI Surabaya korbannya mencapai 65 siswa.

Leave a reply